TRENDING NOW


SERANG, BX  – Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah (Orwil) Banten bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Banten melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten menyelenggarakan 'Sosialisasi Kebijakan Pajak Daerah' yang diikuti oleh berbagai organisasi masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 22 Juli 2026, bertempat di Hotel Puri Kayana


Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap kebijakan perpajakan daerah sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat dalam mendukung optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Melalui forum ini, peserta memperoleh informasi mengenai arah kebijakan pajak daerah, manfaat pajak bagi pembangunan, serta pentingnya peran masyarakat dalam membangun budaya taat pajak.


Dalam kesempatan tersebut, narasumber dari Badan Pendapatan Daerah Provinsi Banten menyampaikan berbagai materi mengenai kebijakan pajak daerah yang berlaku, inovasi pelayanan perpajakan, serta upaya Pemerintah Provinsi Banten dalam memberikan kemudahan, kepastian, dan transparansi pelayanan kepada masyarakat.


ICMI Orwil Banten menegaskan bahwa organisasi masyarakat memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah dalam menyebarluaskan informasi, meningkatkan literasi perpajakan, serta mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk memenuhi kewajiban perpajakan secara sukarela. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan partisipasi publik yang lebih luas dalam mendukung pembangunan daerah.

Pemerintah Provinsi Banten melalui Badan Pendapatan Daerah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Sinergi dengan ICMI Orwil Banten dan berbagai organisasi masyarakat diharapkan dapat memperkuat komunikasi publik mengenai kebijakan pajak daerah, sehingga masyarakat semakin memahami bahwa setiap kontribusi pajak akan kembali dalam bentuk pembangunan, peningkatan pelayanan publik, infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan berbagai program kesejahteraan masyarakat.

Melalui kegiatan sosialisasi ini diharapkan terbangun komitmen bersama antara pemerintah dan organisasi masyarakat untuk meningkatkan kepatuhan pajak, memperkuat kepercayaan publik, serta mewujudkan pembangunan Provinsi Banten yang maju, adil, merata, dan tidak korupsi.

Sementara itu, narasumber dari Kejaksaan Tinggi Banten menyampaikan sejumlah poin penting, antara lain:

Pajak daerah merupakan salah satu sumber utama pembiayaan pembangunan yang harus dijaga bersama melalui kepatuhan masyarakat. Kepatuhan terhadap kewajiban perpajakan bukan hanya memenuhi ketentuan hukum, tetapi juga merupakan bentuk tanggung jawab warga negara dalam mendukung pembangunan daerah.

Kejaksaan melalui fungsi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) berperan memberikan pendampingan hukum kepada pemerintah daerah dalam upaya optimalisasi pendapatan daerah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pencegahan lebih diutamakan daripada penindakan melalui edukasi, sosialisasi, dan penguatan kesadaran hukum masyarakat.

Organisasi masyarakat diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi yang benar mengenai kebijakan pajak daerah sehingga tercipta budaya sadar dan taat pajak.

Salah seorang peserta yang berasal dari ICMI Orda Pandeglang mengatakan "Kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman yang utuh mengenai kebijakan pajak daerah, tidak hanya dari sisi administrasi, tetapi juga dari aspek hukum dan manfaatnya bagi masyarakat. Kami berharap materi seperti ini dapat terus disosialisasikan hingga ke tingkat organisasi masyarakat di kabupaten dan kota agar semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya membayar pajak daerah." (*)


CILEGON, BX – Sebanyak 45 organisasi wanita se-Kota Cilegon siap berkolaborasi dan meramaikan Gebyar Bakti Wanita Nusantara yang digagas Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Cilegon. Kegiatan tersebut akan digelar di Alun-Alun Kota Cilegon pada Kamis, 30 Juli 2026.

Kesiapan pelaksanaan kegiatan tersebut dibahas dalam Rapat Persiapan Gebyar Bakti Wanita Nusantara GOW Kota Cilegon yang digelar di Aula PKK Kota Cilegon, Selasa, 21 Juli 2026. Rapat tersebut dihadiri perwakilan organisasi wanita yang akan terlibat dalam rangkaian kegiatan.

Ketua GOW Kota Cilegon sekaligus Penanggung Jawab Gebyar Bakti Wanita Nusantara, Nur Kusuma Ngarasari, mengatakan kegiatan tersebut merupakan momentum kolaborasi seluruh organisasi wanita di Kota Cilegon. Menurutnya, Gebyar Bakti Wanita Nusantara bukan hanya kegiatan milik GOW, melainkan kegiatan bersama seluruh organisasi wanita yang ada di Kota Cilegon. “Kalau saya ditanya apakah ini acara GOW? Iya. Tetapi pengisi acaranya adalah semua organisasi di Kota Cilegon. Jadi, ini adalah acara kita bersama,” ujar Raras saat memimpin rapat persiapan.


Ia menjelaskan, Gebyar Bakti Wanita Nusantara merupakan rangkaian peringatan hari ulang tahun GOW Kota Cilegon. Namun, momentum tersebut dikemas lebih luas dengan melibatkan berbagai organisasi wanita sebagai bentuk kolaborasi dan penguatan peran perempuan di Kota Cilegon. “Gabungan Organisasi Wanita tidak bisa hanya GOW saja. Saya membutuhkan ibu-ibu semua, wanita-wanita hebat yang ada di Kota Cilegon untuk menyukseskannya bersama. Kalau saya bisa bilang, ini adalah ulang tahun wanita-wanita organisasi di Kota Cilegon,” katanya.

Raras menambahkan, kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang bagi setiap organisasi untuk menampilkan potensi, kreativitas, serta berbagai kegiatan yang selama ini telah dilakukan. Karena itu, masing-masing organisasi akan mendapatkan ruang untuk berpartisipasi dalam rangkaian acara.

Ia menilai, organisasi wanita di Kota Cilegon memiliki kekuatan besar apabila mampu bersatu dan berkolaborasi. Melalui Gebyar Bakti Wanita Nusantara, kekuatan tersebut diharapkan dapat ditunjukkan kepada masyarakat luas, bahkan dikenal hingga tingkat nasional. “Saya ingin satu Indonesia tahu GOW Kota Cilegon punya kekuatan seperti apa. Oleh karena itu, insya Allah nanti kita akan bekerja sama dengan Diskominfo, beberapa media besar, dan juga influencer. Saya berharap apa yang kita upayakan bersama menghasilkan dampak yang luar biasa,” ungkapnya.

Selain menjadi ajang silaturahmi dan membangun jejaring antarorganisasi wanita, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat. Dalam pelaksanaannya, akan terdapat berbagai layanan dan kegiatan yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis.
Di antaranya pemeriksaan kesehatan gratis, pembagian kacamata gratis, serta berbagai kegiatan sosial lainnya. Selain itu, sekitar 40 pelaku UMKM juga direncanakan turut berpartisipasi untuk mendorong perputaran roda ekonomi masyarakat. “Harapannya, selain networking dan silaturahmi, kita juga bisa berdampak bersama. Saat ini ada sekitar 40 UMKM yang akan berpartisipasi. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa ikut mendorong roda ekonomi,” tuturnya.

Sesuai dengan namanya, Raras menjelaskan, unsur “Bakti” dalam Gebyar Bakti Wanita Nusantara akan diwujudkan melalui kegiatan penanaman pohon secara bersama-sama oleh organisasi wanita yang berpartisipasi.
Menurutnya, penanaman pohon tersebut diharapkan menjadi simbol kepedulian terhadap lingkungan sekaligus meninggalkan kenang-kenangan bagi seluruh organisasi yang terlibat. Ke depan, ia berharap dapat terwujud kawasan yang menjadi “hutan organisasi” di Kota Cilegon. “Kita tidak hanya potong-potong kue. Kita akan menanam pohon bersama-sama. Harapannya nanti kita punya hutan organisasi. Jadi, ketika melihat pohon di Alun-Alun, kita bisa mengatakan, ‘Oh, itu pohon yang saya tanam waktu itu’,” jelasnya.

Sementara itu, penggunaan nama “Nusantara” mencerminkan semangat kebersamaan dan keberagaman latar belakang organisasi wanita yang ada di Kota Cilegon. Nur Kusuma berharap seluruh organisasi dapat terus menguatkan kontribusinya bagi masyarakat dan Indonesia. “Harapan saya, kita tunjukkan kecantikan dan keanggunan organisasi di Kota Cilegon. Kita tunjukkan bahwa kita bekerja dan hidup untuk Indonesia,” pungkasnya.

Gebyar Bakti Wanita Nusantara GOW Kota Cilegon diharapkan menjadi momentum kolaborasi besar antarorganisasi wanita, sekaligus memperkuat jejaring, kepedulian sosial, pemberdayaan ekonomi, dan kontribusi perempuan bagi pembangunan Kota Cilegon.(*)

CILEGON, BXPemerintah Kota Cilegon menggelar Focus Group Discussion (FGD) Program Beasiswa Cilegon Juare Tahun 2026 sebagai upaya untuk menyelaraskan program beasiswa dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Kegiatan yang melibatkan unsur pemerintah serta perwakilan industri tersebut berlangsung di Aula Setda II Kota Cilegon, Selasa 21 Juli 2026.


Dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo menegaskan jika Program Beasiswa Cilegon Juare tidak hanya berorientasi pada pemberian akses pendidikan tinggi saja melainkan harus menghasilkan lulusan yang siap bekerja melalui konsep link and match antara perguruan tinggi dan industri.

"Kita memiliki Program Beasiswa Cilegon Juare, tetapi link and match-nya tidak boleh dilupakan. Jangan sampai mereka lulus, tetapi kompetensi yang dimiliki tidak sesuai dengan kebutuhan industri. Oleh karena itu, kita harus melakukan langkah yang tepat agar program ini benar-benar memberikan manfaat," ujarnya.


Lebih lanjut, Fajar juga menyampaikan jika hasil FGD tersebut akan menjadi bahan evaluasi Pemerintah Kota Cilegon dalam menentukan jurusan maupun perguruan tinggi yang akan bekerja sama pada pelaksanaan Program Beasiswa Cilegon Juare ke depan.

"Masukan dari dunia industri ini sangat penting bagi kami dimana  nantinya akan kami jadikan bahan evaluasi agar jurusan yang dipilih penerima beasiswa benar-benar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja," katanya.

Selain itu, Fajar juga menghimbau kepada seluruh industri di Kota Cilegon untuk memberikan kesempatan yang setara kepada para penerima Beasiswa. Menurutnya, proses rekrutmen tenaga kerja hendaknya lebih mengutamakan kompetensi, keterampilan dan potensi yang dimiliki calon pekerja, bukan berdasarkan asal perguruan tinggi atau latar belakang pendidikan.

"Kalau tidak percaya kepada pemerintah tidak apa-apa, tetapi tolong percayakan kepada potensi anak-anak penerima beasiswa ini. Berikan mereka kesempatan untuk membuktikan kemampuan yang mereka miliki," katanya.

Fajar menilai jika komunikasi yang baik antara pemerintah, perguruan tinggi dan industri merupakan kunci keberhasilan dalam program tersebut. Menurutnya, kebutuhan tenaga kerja harus disampaikan secara terbuka agar lembaga pendidikan dapat menyesuaikan kurikulum maupun program studi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

"Kalau kebutuhan industri disampaikan dengan jelas, tentu perguruan tinggi dapat menyesuaikan kurikulumnya sehingga lulusan yang dihasilkan benar-benar siap bekerja," jelasnya.

Tak hanya itu, Fajar juga menekankan bahwa keberhasilan pembangunan sumber daya manusia tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Menurutnya, diperlukan sinergi seluruh unsur pentahelix, mulai dari pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi hingga organisasi masyarakat.

"Membangun sumber daya manusia merupakan tanggung jawab bersama. Dengan kolaborasi semua pihak, saya yakin Program Beasiswa Cilegon Juare akan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan dunia industri," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kota Cilegon Rahmatullah menjelaskan bahwa FGD tersebut merupakan bagian dari implementasi Program Beasiswa Cilegon Juare yang mengacu pada Peraturan Wali Kota Cilegon Nomor 20 Tahun 2025 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Beasiswa Cilegon Juare.

"FGD ini menjadi wadah untuk menyamakan persepsi antara pemerintah dan perusahaan terkait kebutuhan tenaga kerja sekaligus menyusun langkah strategis agar lulusan program beasiswa dapat memenuhi kebutuhan industri di Kota Cilegon," jelasnya.

Rahmatullah berharap hasil diskusi dapat menghasilkan rekomendasi yang menjadi dasar penyusunan kebijakan pada pelaksanaan program beasiswa berikutnya sehingga manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat maupun dunia usaha.

"Melalui FGD ini kami berharap dapat menghasilkan rekomendasi yang konstruktif sebagai dasar penyusunan rencana tindak lanjut sehingga Program Beasiswa Cilegon Juare benar-benar mampu mewujudkan link and match antara dunia pendidikan dengan kebutuhan tenaga kerja di Kota Cilegon," pungkasnya.(*)

 


CILEGON, BX Pemerintah Kota Cilegon terus memperkuat komitmen dalam mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di kalangan generasi muda. Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo, saat menjadi keynote speaker dalam kegiatan Talkshow Anti Narkoba Bersama Pemuda Kota Cilegon bertajuk “Pemuda Cilegon Bersinar (Bersih dari Narkoba)” sekaligus Pelantikan dan Penyematan Pin P4GN Jawara Anti Narkotika 2026 Cilegon di Aula Setda Kota Cilegon, Selasa, 21 Juli 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Fajar mengajak para pemuda untuk menyadari bahwa masa depan ditentukan oleh pilihan-pilihan kecil yang dilakukan setiap hari, termasuk keputusan untuk menjauhi narkotika dan lingkungan yang dapat membawa pengaruh buruk. “Kalau kita bicara narkoba, kebanyakan orang hanya berpikir bahayanya karena barang haram dan ada konsekuensi hukum. Tetapi saya ingin menyampaikan bahwa masa depan kita ditentukan dari keputusan-keputusan kecil setiap harinya, termasuk memilih untuk tidak menggunakan hal-hal yang bisa menghancurkan masa depan kita,” ujar Fajar.

Menurutnya, pembangunan kota dan kemajuan industri dapat diwujudkan melalui perencanaan, investasi, infrastruktur, serta sumber daya manusia. Namun, karakter dan masa depan generasi muda tidak akan pernah dibangun melalui penyalahgunaan narkotika. “Kalau di Kota Cilegon kita bicara industri, kota bisa dibangun dengan uang dan perencanaan yang baik. Tetapi tidak ada karakter yang baik dibangun dengan narkoba. Tidak ada sama sekali,” tegasnya.

Fajar juga mengingatkan bahwa perang melawan narkoba tidak hanya berkaitan dengan zat terlarang, tetapi juga bagaimana generasi muda memiliki ketahanan diri terhadap berbagai kebiasaan dan budaya instan yang dapat merusak pola pikir serta masa depan.

Ia meminta para pemuda untuk memperkuat iman, karakter, dan kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, setiap jenjang pendidikan dan lingkungan baru akan menghadirkan tantangan tersendiri sehingga generasi muda harus mampu memilih lingkungan yang baik. “Ketika kalian nanti melanjutkan pendidikan, mungkin kuliah di luar kota atau di luar pulau, pasti akan ada cobaan. Pesan saya, hindari lingkungan yang tidak baik untuk masa depan kalian. Kita tidak hanya berbicara tentang narkoba, tetapi juga tentang pilihan-pilihan dalam hidup yang menentukan masa depan,” katanya.

Fajar menegaskan, generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan arah Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, ia mengajak para peserta untuk tidak hanya meniru penampilan seseorang, tetapi meneladani nilai-nilai kebaikan dan karakter positif. “Yang wajib kalian tiru adalah kebaikan dari seseorang, jangan hanya sampulnya saja,” pesannya.

Lebih lanjut, Fajar mengapresiasi BNN Kota Cilegon serta Jawara Anti Narkotika yang secara konsisten memberikan edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, ia berharap Pemerintah juga bisa memperkuat peran untuk pencegahan tersebut. "Kami berharap seluruh unsur Pemerintah Kota Cilegon dapat semakin memperkuat peran dalam pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika, edukasi tentang bahaya narkoba harus dilakukan secara berkelanjutan dan menyentuh langsung kalangan pelajar serta pemuda," tegasnya.

Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh.) Kepala BNN Kota Cilegon, Septianka Dwi Setyo Utomo menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat pencegahan penyalahgunaan narkotika melalui edukasi, literasi digital, dan pemberdayaan generasi muda.

Ia mengatakan, cita-cita Indonesia Emas 2045 tidak akan tercapai apabila generasi penerus kehilangan kualitas, karakter, dan masa depan akibat penyalahgunaan narkoba. “Indonesia Emas 2045 merupakan cita-cita besar bangsa untuk mewujudkan Indonesia yang maju, berdaulat, adil, dan sejahtera. Namun cita-cita tersebut tidak akan tercapai apabila generasi penerus kita kehilangan kualitas, kehilangan karakter, dan kehilangan masa depan akibat penyalahgunaan narkoba,” ungkapnya.

Setyo menambahkan, membangun generasi yang sehat, cerdas, dan kuat bukan hanya berkaitan dengan kemampuan akademik, teknologi, maupun ekonomi, tetapi juga memastikan generasi muda memiliki ketahanan diri, karakter yang kuat, serta lingkungan yang sehat dan aman dari ancaman narkotika.

Menurutnya, berdasarkan hasil survei nasional penyalahgunaan narkotika tahun 2025, prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia berada di angka sekitar 2,11 persen atau sekitar 4,15 juta orang pada kelompok usia 15 hingga 64 tahun. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ancaman narkoba masih nyata dan membutuhkan perhatian serius dari seluruh pihak. “Perang melawan narkoba tidak cukup hanya dengan penindakan terhadap jaringan narkotika. Kita harus memperkuat sisi pencegahan, edukasi, pemberdayaan masyarakat, serta membangun lingkungan yang mampu melindungi generasi muda,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, Ahmad Tegar Irwansyah, mengatakan kegiatan Talkshow Pemuda Cilegon Bersinar digagas sebagai ruang diskusi interaktif bagi para pemuda untuk bersama-sama memutus mata rantai peredaran gelap narkotika. “Kami berharap pemuda di Cilegon bisa menjadi pemuda yang bersinar dan membawa dampak positif bagi Kota Cilegon. Mari kita bersama-sama mewujudkan Cilegon yang lebih maju dan bersih narkoba,” ujarnya.

Kegiatan tersebut diisi dengan talkshow dan diskusi mengenai pencegahan penyalahgunaan narkotika serta literasi digital. Dalam kesempatan yang sama, dilakukan pelantikan dan penyematan Pin P4GN Jawara Anti Narkotika 2026 Cilegon sebagai bentuk penguatan peran pemuda dalam mengedukasi masyarakat serta mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di Kota Cilegon.(*)