TRENDING NOW


SERANG, BX - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Banten dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten memperkuat sinergi yang selama ini telah terjalin. Keterbukaan informasi, komunikasi kelembagaan, serta transparansi dalam proses penegakan hukum menjadi sejumlah hal yang mengemuka dalam pertemuan jajaran kedua lembaga di Kantor Kejati Banten, Selasa (29/9/2026).

Jajaran PWI Banten yang dipimpin Ketua PWI Provinsi Banten Rian Nopandra, didampingi Sekretaris PWI Banten Fahdi Khalid, Herfa Al Jihad selaku Humas PWI Banten, Wisnu Anggoro selaku Wakil Ketua Bidang Pembinaan Daerah, serta jajaran pengurus PWI Banten lainnya, diterima langsung oleh jajaran Kejati Banten.

Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi serta hubungan kelembagaan antara insan pers dengan institusi penegak hukum di Provinsi Banten.

Hubungan PWI Banten dengan Kejati Banten bukanlah hubungan yang baru terbangun. Selama ini, kedua lembaga telah menjalin kerja sama yang dituangkan melalui Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU).

Kerja sama tersebut akan terus dilanjutkan, diperpanjang, serta diperkuat guna membangun sinergi yang lebih erat, khususnya dalam keterbukaan informasi, literasi hukum, komunikasi kelembagaan, serta penyampaian informasi penegakan hukum kepada masyarakat.

Di bawah kepemimpinan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Banten Herry Hermanus Horo, S.H., sinergi yang telah terbangun tersebut diharapkan semakin diperkuat dan dikembangkan sesuai kebutuhan kedua lembaga.

Kajati Banten Herry Hermanus Horo menegaskan bahwa transparansi merupakan salah satu unsur penting dalam menjalankan tugas penegakan hukum sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.

“Transparansi itu menjadi penting. Dengan adanya transparansi, masyarakat bisa mengetahui bagaimana proses penegakan hukum berjalan. Media juga memiliki peran penting sebagai salah satu kontrol sosial dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat,” kata Herry.

Menurut Herry, keterbukaan dan komunikasi yang baik dengan media menjadi bagian penting dalam menyampaikan berbagai informasi kepada publik.

Pers, kata dia, memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu saluran informasi bagi masyarakat sekaligus menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap berbagai kebijakan maupun proses penegakan hukum.

Dalam pertemuan tersebut, Kajati Banten didampingi Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Banten Febriyan M serta Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Banten Jonathan Suranta Martua.

Sementara itu, Ketua PWI Provinsi Banten Rian Nopandra menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan jajaran Kejati Banten.

Menurut Rian yang akrab disapa Opan, pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk melanjutkan sekaligus memperkuat hubungan yang selama ini sudah terjalin antara PWI Banten dengan Kejati Banten.

“Terima kasih kepada jajaran Kejati Banten yang telah menerima dan menyambut kami dengan baik. Silaturahmi ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dan kerja sama yang selama ini sudah berjalan,” ujar Opan.

Ia mengatakan, hubungan antara PWI Banten dan Kejati Banten telah memiliki landasan kerja sama melalui MoU. Karena itu, ke depan kerja sama tersebut tidak hanya akan dipertahankan, tetapi juga terus diperpanjang serta diperkuat melalui berbagai program yang relevan dengan fungsi masing-masing lembaga.

Menurutnya, salah satu hal yang penting untuk terus dibangun adalah komunikasi yang terbuka antara institusi penegak hukum dengan insan pers.

Dengan komunikasi yang baik, wartawan dapat memperoleh informasi langsung dari sumber yang berwenang, sementara masyarakat juga dapat menerima informasi hukum secara lebih akurat, berimbang dan bertanggung jawab.

“Dengan kepemimpinan Kajati Banten yang baru, PWI Banten siap mendukung program-program Kejati Banten dalam menegakkan supremasi hukum. Tentunya, pers tetap menjalankan fungsi sebagai media informasi dan kontrol sosial,” ujarnya.

PWI Banten juga berharap keterbukaan informasi dari Kejati Banten dapat terus ditingkatkan, terutama terkait perkara maupun kebijakan yang menjadi perhatian masyarakat.

Selain keterbukaan informasi, kerja sama yang telah dibangun melalui MoU juga diharapkan dapat diperluas dalam bentuk kegiatan literasi hukum bagi wartawan serta penguatan komunikasi kelembagaan.

Kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti pada hubungan seremonial, tetapi dapat melahirkan berbagai kegiatan yang memberi manfaat bagi insan pers maupun masyarakat.

Pertemuan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa sinergi yang selama ini telah dibangun akan terus dilanjutkan dan diperkuat di bawah kepemimpinan Kajati Banten Herry Hermanus Horo.

Dengan kerja sama yang semakin kuat, PWI Banten dan Kejati Banten berharap informasi terkait penegakan hukum di Provinsi Banten dapat tersampaikan kepada masyarakat secara lebih cepat, akurat, terbuka, berimbang dan bertanggung jawab.(Red)


CILEGON, BX - Kegiatan Rutin Apel Pagi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon. Apel pagi dipimpin oleh Pembina Apel, yakni Kepala Seksi SD Ibu drg. Rully Kusumawardhany, M.M, dan diikuti oleh seluruh pegawai Dindikbud Kota Cilegon, Senin, (28/09/2026).

Sementara itu, drg. Rully Kusumawardhani, M.M, mengatakan kegiatan apel pagi ini kita gelar setiap pada hari Senin, Apel pagi selalu dilakukan sesuai (Peraturan Walikota (Perwal).

"Hal ini untuk mematuhi Peraturan Walikota (Perwal) yang berlaku dan salah satu bentuk kedisiplinan aparatur," ujarnya.

Pada kesempatan ini, peserta apel tidak semua hadir karena ada yang mendapat tugas kerja di luar kota seperti di Lebak untuk mendampingi kompetisi sepakbola tingkat SMP se Provinsi Banten dan ke Yogyakarta (Yogya) dalam rangka kegiatan kesenian daerah Tingkat Nasional. Pembina upacara mengapresiasi para pegawai yang disiplin mengikuti apel pagi.

"Selain itu, mengingatkan untuk menjaga kesehatan terutama terkait dengan daya tahan tubuh untuk mencegah terkena virus influenza tipe A, yang sedang merebak yang gejalanya lebih berat daripada flu biasa," sambungnya.

Ditambahkannya, penderita influenza tipe A bisa dirawat di Rumah Sakit (RS) bila gejalanya parah. Karena beberapa pegawai Dindikbud sudah ada yang terkena.

Adapun gejalanya :

Demam tinggi mendadak, bisa diatas 38 derajat Celcius seperti menggigil, sakit kepala, tenggorokan sakit dan batuk kering, sendi-sendi dan otot terasa sakit, badan terasa lemas dan lelah ekstrem.

Penularan:

Melalui udara saat batuk, bersin atau berbicara sentuhan pada permukaan benda yang terkontaminasi penularannya sangat cepat.

"Oleh karena itu para pegawai yang sakit flu diminta untuk menggunakan masker untuk mengurangi penularan semua, pegawai diminta untuk menjaga kebersihan diri, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menutup makanan dan minuman dapat mengelola stress, istirahat cukup, perbanyak makan sayur dan buah, perbanyak minum air putih," imbaunya.

Ia juga mengajak para peserta Apel Pagi untuk berdoa agar segala proses administrasi bisa lancar supaya honor P3K yang belum cair bisa segera cair. Demikian amanat pembina Apel di Dindikbud kota Cilegon.(Red)



CILEGON, BX – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Cilegon menyampaikan apresiasi tinggi kepada kalangan industri, khususnya PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo dan PT Chandra Asri Pacific Tbk, atas dukungan penuh terhadap keberhasilan penyelenggaraan workshop dan pelatihan intensif "Mencetak Jurnalis Siber Masa Depan" yang digelar pada Sabtu kemarin.

​Ketua SMSI Kota Cilegon, Wawan Kurniadi, menyatakan bahwa keterlibatan serta dukungan dari sektor industri merupakan wujud sinergi nyata dalam mendorong peningkatan kualitas dan profesionalisme insan pers di Cilegon, khususnya di era digital.


​"Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada manajemen Pelindo, Chandra Asri, serta seluruh pihak mitra yang telah memberikan dukungan nyata. Sinergi ini membuktikan komitmen bersama dalam membangun ekosistem media siber yang profesional, edukatif, dan kredibel," ujar Wawan.

​Menurutnya, tantangan dunia jurnalistik saat ini semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi informasi dan kecerdasan buatan. Oleh karena itu, kolaborasi antara organisasi media dan sektor industri menjadi krusial untuk mencetak SDM jurnalis yang adaptif, beretika, serta mampu berinovasi.

​Pelatihan intensif yang berlangsung selama satu hari penuh tersebut diikuti oleh belasan jurnalis media siber di Kota Cilegon. Para peserta dibekali materi teknis meliputi penguasaan tools digital, strategi produksi konten jurnalistik berbasis AI, hingga penerapan Kode Etik Jurnalistik (KEJ) di media siber.

​Pihak penyelenggara berharap kemitraan strategis antara SMSI Kota Cilegon dengan Pelindo dan Chandra Asri ini dapat terus berlanjut pada program-program pengembangan kapasitas insan pers dan pemberdayaan masyarakat di masa mendatang.

Dan bagi industri lain, agar lebih peka dan dapat mengalokasikan anggaran TJLS Pendidikannya untuk organisasi - organisasi swasta yang bertujuan untuk mendukung program pemerintah.(Red)


CILEGON, BX - Wakil Ketua DPRD Kota Cilegon, Sokhidin berikan motivasi ke puluhan pelajar Kota Cilegon dalam rangka workshop dan pelatihan intensif dengan tema menjaga fakta mengawal informasi untuk Indonesia.

Sokhidin mengatakan, jurnalistik bukan sekadar tentang menulis, tetapi juga tentang bagaimana mengamati, menggali informasi, dan menyampaikan fakta di tengah gempuran arus informasi.

Ia menilai, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi para siswa untuk mengenal dunia jurnalistik secara lebih dekat.

"Kita sangat mengapresiasi dan mendukung apa yang telah dilakukan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Cilegon, kegiatan ini hadir dalam upaya memerangi berita hoax atau berita bohong dan juga mengedukasi pelajar untuk bijak dalam bermedia sosial," kata Sokhidin, Sabtu (26/9/2026).

Sokhidin menjelaskan, suatu negara bisa dilihat peradabannya maju atau tidak, salah satunya adalah dari informasi apa yang dibahas di negara tersebut. Apakah hal-hal yang remeh atau hal-hal yang kritis dan berkualitas.

"Jangan sampai generasi muda hanya menjadi konsumen informasi. Mereka harus bisa berpikir kritis dan menyampaikan informasi yang benar," katanya

Sokhidin mendorong kegiatan tersebut agar dapat mecetak generasi yang paham di bidang komunikasi publik, karena salah satu langkah penting dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang terbuka serta memperkuat kepercayaan masyarakat. 

"Berbagai program dan kerja keras yang dilakukan sebuah lembaga tidak akan memberikan manfaat optimal apabila tidak diiringi dengan strategi penyebarluasan informasi yang tepat kepada masyarakat," katanya

"Kerja yang baik harus diketahui publik. Informasi yang disampaikan secara benar dan terukur akan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap kinerja lembaga," ujarnya.(Red)