TRENDING NOW

 

CILEGON, BX – Wali Kota Cilegon Robinsar menegaskan pentingnya persatuan dan kesamaan visi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menjalankan roda pemerintahan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Pesan tersebut disampaikan Robinsar saat melantik Ahmad Aziz Setia Ade Putra sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon definitif, di Rumah Dinas Wali Kota Cilegon, Senin (31/8/2026).

Dalam arahannya, Robinsar meminta Sekda yang baru dilantik mampu menjadi pemimpin ASN untuk semua, tanpa membedakan latar belakang, kelompok, maupun kepentingan tertentu. “Saya minta Pak Azis harus menjadi pemimpin ASN untuk semua. Tidak ada warna, tidak ada kelompok. Kita semua ASN yang bekerja untuk masyarakat,” tegas Robinsar.

Menurut Robinsar, jabatan Sekda memiliki peran strategis sebagai motor penggerak sekaligus motor pelayanan masyarakat. Karena itu, Sekda dituntut mampu mengakomodasi, mengoordinasikan, dan menyatukan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar bekerja secara optimal dan memiliki arah yang sama. “Jabatan Sekda itu adalah motor penggerak, motor pelayan masyarakat. Jadi bukan tugas yang enteng. Tapi saya yakin, karena saya pilih Pak Azis, saya yakin Pak Azis bisa mengakomodir, mengoordinasikan rekan-rekan OPD semua,” ujarnya.

Robinsar juga meminta Aziz mengawal pelaksanaan seluruh program kerja Pemerintah Kota Cilegon bersama Wakil Wali Kota Fajar Hadi Prabowo. Menurutnya, koordinasi antarpimpinan perangkat daerah menjadi kunci agar program pembangunan dapat berjalan sesuai dengan target dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Ke depan, Pak Azis selaku Sekda Kota Cilegon, saya minta terus bisa mengawal apa yang menjadi program-program kerja kami, saya termasuk Wakil, agar semuanya bisa berjalan dengan sebaik-baiknya,” kata Robinsar.

Lebih jauh, Robinsar mengingatkan bahwa seluruh jajaran pemerintah daerah harus menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama. Ia meminta agar tidak ada kepentingan pribadi maupun kelompok yang menjadi penghalang dalam menjalankan tugas pemerintahan. “Kita harus mengutamakan apa yang menjadi kepentingan masyarakat di atas kepentingan kelompok, bahkan di atas kepentingan rekan-rekan ASN. Karena kita ini bekerja untuk masyarakat,” tegasnya.

Robinsar berharap Sekda dapat mengoordinasikan seluruh program, organisasi, dan OPD agar terus bekerja maksimal dengan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Ia juga meminta seluruh jajaran OPD memiliki satu pemikiran dan satu pandangan dalam menjalankan tugas pemerintahan. “Saya minta teman-teman OPD juga Bapak/Ibu, kita di sini harus satu pemikiran, satu pandangan. Tidak untuk kepentingan pribadi siapa pun, tapi kita bekerja melayani masyarakat seluas-luasnya untuk kepentingan masyarakat,” ungkapnya.

Robinsar juga menyampaikan ucapan selamat kepada Ahmad Aziz Setia Ade Putra atas pelantikannya sebagai Sekda definitif. Ia berharap amanah tersebut dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab serta membawa semangat baru dalam meningkatkan kinerja pemerintahan dan pelayanan publik di Kota Cilegon. “Selamat kepada Pak Azis. Alhamdulillah hari ini telah resmi menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kota Cilegon. Semoga Pak Azis dengan jabatan yang baru, yang sudah definitif, bisa mengemban amanah ini dengan sebaik-baiknya,” ucapnya.

Ia menambahkan, status definitif yang kini diemban Aziz harus menjadi momentum untuk bekerja lebih optimal dan maksimal. Pengalaman selama menjalankan tugas sebelumnya, kata Robinsar, diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran untuk meningkatkan kinerja ke depan. “Harapan kami tentunya, begitu definitif hari ini bisa lebih optimal lagi, bisa lebih maksimal lagi dalam bekerja melayani masyarakat. Kita harus belajar dari pengalaman sebelumnya, semoga itu semua bisa jadi pelajaran,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Kota Cilegon yang baru dilantik, Ahmad Aziz Setia Ade Putra menganggap kekompakan ASN menjadi salah satu modal penting dalam memastikan seluruh program prioritas Pemerintah Kota Cilegon dapat berjalan secara efektif. Karena itu, ia berkomitmen membangun suasana kerja yang guyub dan solid di antara seluruh pegawai. “Komitmen saya adalah pertama kita harus menjaga kekompakan, keguyuban di antara seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Cilegon. Semuanya harus bisa mendukung apa yang menjadi program-program prioritas Pak Wali Kota. Intinya kita harus kompak. Jangan sampai nanti ada kelompok-kelompok. Saya harus bisa menyatukan seluruh PNS atau ASN yang ada di Kota Cilegon,” tegasnya.

Sementara itu, pelantikan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Banten Deden Apriandi, Kepala BKD Provinsi Banten, unsur Forkopimda Kota Cilegon, para Asisten dan Staf Ahli, Kepala Badan dan Kepala Dinas di lingkungan Pemerintah Kota Cilegon, para camat se-Kota Cilegon, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Cilegon, serta jajaran organisasi wanita se-Kota Cilegon.(Red)

 

 


CILEGON, BX - Jaringan Muda Indonesia (JMI) Kota Cilegon resmi menutup Turnamen Mobile Legend Wali Kota Cilegon Cup 2026 yang digelar selama tiga hari di Aula Diskominfo Kota Cilegon, Minggu 30 Agustus 2025 malam.

Penutupan turnamen ditandai dengan penyerahan trofi, piagam penghargaan, dan uang pembinaan kepada para pemenang. Total hadiah yang diberikan mencapai Rp15 juta, ditambah bonus dari KONI Kota Cilegon sebesar Rp1,5 juta.

Kepala Dispora Kota Cilegon Sakri Jasiman menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti pertandingan dengan sportif.

“Pertama kami ucapkan terima kasih dan selamat kepada para pemenang yang sudah bertanding dengan sportif,” kata Sakri dalam sambutannya.

Menurutnya, kemenangan dalam turnamen tersebut harus menjadi awal bagi para atlet untuk meningkatkan kemampuan.

Ia berharap para pemenang tidak berhenti mengejar prestasi di tingkat Kota Cilegon, tetapi mampu melangkah hingga tingkat provinsi dan nasional.

“Ini menjadi awal mula untuk para pemenang agar lebih giat lagi. Jangan sampai puas di tingkat Cilegon, tetapi harus bisa juara di tingkat provinsi dan nasional,” ujarnya.

Sakri juga berpesan kepada peserta yang belum berhasil meraih juara agar tidak berkecil hati.

Menurutnya, kesempatan untuk berkembang masih terbuka selama para atlet mau terus belajar dan berlatih secara maksimal.

“Yang belum juara tentu waktunya masih panjang untuk terus belajar dan berlatih secara maksimal,” katanya.

Di sisi lain, Sakri mengingatkan para atlet muda agar tetap menjaga keseimbangan antara aktivitas esports dengan kesehatan fisik dan pendidikan.

“Mobile Legend itu olahraga tangan dan mata. Tentu kami harapkan adik-adik tetap berolahraga secara gerak,” ucapnya.

Sakri turut mengapresiasi JMI Kota Cilegon yang telah menginisiasi kegiatan tersebut bersama Esports Indonesia (ESI) Kota Cilegon.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Jaringan Muda Indonesia yang telah menginisiasi kegiatan selama tiga hari ini, bekerja sama dengan Esports Indonesia Kota Cilegon,” katanya.

Ia menilai antusiasme peserta menunjukkan besarnya potensi esports di kalangan generasi muda Cilegon. Bahkan, menurut Sakri, jumlah peserta berpotensi jauh lebih besar apabila kuota pendaftaran tidak dibatasi.

“Luar biasa pesertanya membludak. Informasinya kalau tidak dibatasi pendaftarannya sampai ribuan. Memang luar biasa ini,” ujarnya.

Ketua JMI Kota Cilegon Rahmat Hidayatullah mengatakan, Turnamen Mobile Legend Wali Kota Cilegon Cup 2026 menjadi salah satu event esports Mobile Legends dengan skala besar yang digelar di Kota Cilegon.

Menurut Rahmat, kegiatan tersebut tidak hanya mempertemukan tim-tim untuk berkompetisi, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan minat dan bakat di bidang esports.

“Ini salah satu event Mobile Legends terbesar di Kota Cilegon. Total peserta yang terlibat lebih dari 500 orang dari berbagai wilayah di Kota Cilegon,” kata Rahmat.

Ia mengapresiasi seluruh peserta yang telah mengikuti pertandingan sejak babak awal hingga partai final.

Rahmat juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan, termasuk Pemerintah Kota Cilegon, KONI Kota Cilegon, ESI Kota Cilegon, sponsor, serta seluruh pihak yang terlibat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh sponsor dan stakeholder yang telah memberikan dukungan. Tanpa kolaborasi dan dukungan semua pihak, kegiatan ini tentu tidak dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua ESI Kota Cilegon Malik Firdaus berharap turnamen tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk menemukan atlet-atlet esports potensial di Kota Cilegon.

“Kepada para atlet, kami berharap dari kejuaraan ini akan lahir atlet potensial yang dapat membanggakan Kota Cilegon di tingkat nasional,” kata Malik.

ESI Kota Cilegon juga meminta panitia menyerahkan data atlet yang dinilai memiliki potensi untuk selanjutnya masuk dalam proses pembinaan.

“Kami berharap juga kepada panitia, atlet dari kejuaraan ini dilaporkan kepada kami untuk dilakukan pembinaan tahun depan,” ujarnya.(Red)

CILEGON, BX – Komunitas Ruang Berbagi Ilmu (RuBI) Cilegon menggelar workshop peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah di SDN Karang Setra, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Jumat-Sabtu (28-29/8/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan 22 relawan RuBI dari berbagai daerah di Indonesia sebagai narasumber dan dokumentasi.

‎Turut hadir Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon, Tengku Herryansyah Putra, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan. 

“Sebagai komitmen terhadap mutu pendidikan, program ini berfokus pada peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan melalui transfer wawasan praktis, metode mengajar yang kreatif, serta akselerasi inovasi di ruang kelas secara berkesinambungan,” ujarnya.

‎Herry juga menambahkan, pengembangan kapasitas pendidik perlu dilakukan secara mandiri dan berkelanjutan agar mampu menjawab tantangan pembelajaran yang terus berkembang. 

“Kami mengapresiasi penuh kegiatan ini, karena melalui transfer wawasan, penguasaan metode pengajaran kreatif, dan penerapan inovasi di ruang kelas, sehingga program ini berfokus memperkuat kompetensi pendidik demi meningkatkan kualitas pembelajaran secara menyeluruh,” katanya.

‎Sementara itu Camat Ciwandan, Agus Ariyadi, menilai peningkatan kualitas pendidikan tidak cukup hanya diukur melalui capaian akademik peserta didik. 

“Pendidikan tidak boleh hanya berfokus pada capaian nilai di atas kertas. Melalui edukasi berbasis karakter dan keterampilan, kita ingin memastikan setiap anak di Ciwandan tumbuh dengan fondasi moral yang kokoh, memiliki budaya literasi yang kuat, serta mampu mengenali dan mengembangkan potensi terbaiknya,” ujarnya.

‎Menurut Agus, kepala sekolah dan guru memiliki peran strategis dalam membangun lingkungan pendidikan yang mampu mengikuti perkembangan zaman sekaligus memberikan ruang yang setara bagi setiap peserta didik. 

“Kepala sekolah dan guru adalah garda terdepan dalam mewujudkan ekosistem sekolah yang adaptif dan inklusif,” katanya.

‎Dalam kesempatan ini Ketua Panitia Lokal RuBI, Purwanti, mengatakan kegiatan tersebut mendapat antusiasme dari para pendidik di Kecamatan Ciwandan. 

“Workshop peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah Kota Cilegon resmi digelar di RuBI Cilegon, Jumat (28/8). Jumlah total peserta mencapai 112 orang, terdiri dari 20 kepala sekolah dan 92 guru,” ujarnya.

‎Salah satu Relawan RuBI, Asta Dewanti, mengapresiasi sambutan dan antusiasme para guru serta kepala sekolah yang mengikuti kegiatan selama dua hari tersebut. 

“Kami senang dapat menginjakkan kaki di Cilegon, bertemu bapak dan ibu guru juga kepala sekolah di Kecamatan Ciwandan. Kebersamaan yang sangat menyenangkan ini memberikan kami energi baru,” ungkapnya.

‎Asta menjelaskan, terdapat tiga materi utama yang menjadi fokus dalam workshop tersebut. 

“Kami selama dua hari ini akan menyampaikan tiga poin penting, di antaranya implementasi pendekatan pembelajaran mendalam, pendidikan karakter positif murid, dan kepemimpinan kepala sekolah,” jelasnya.(Red)

 


CILEGON, BX – Di tengah keterbatasan anggaran, Walikota Cilegon Robinsar berhasil menyabet penghargaan dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah (Pemda) Berprestasi 2026 Regional Jawa - Bali yang digelar Kementerian Dalam Negeri, Jumat 28 Agustus 2026 di Bali.

Penghargaan yang diraih tersebut yakni Kepala Daerah Berprestasi kategori Implementasi Program 3 Juta Rumah tingkat Kota se-Jawa - Bali.

Atas Raihan tersebut Walikota Cilegon Robinsar menerima bantuan pembangunan 200 unit Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dari Kemendagri.

Penghargaan diraih Walikota Cilegon Robinsar karena dinilai memiliki komitmen dan kinerja dalam mendukung implementasi 3 juta rumah melalui penyediaan hunian layak bagi masyarakat, penilain mencakup dukungan kebijakan percepatan penyediaan perumahan, tata kelola pembangunan permukiman yang berkelanjutan dan inovasi dalam penyediaan 3 juta hunian yang kolaboratif dan berdampak.

Diketahui, Pemkot Cilegon melalui sejumlah kebijakan dan kolaborasi pada 2025 berhasil merehab 173 unit Rutilahu dengan total anggaran senilai Rp5.055.000.000. Rinciannya 70 unit Rutilahu lewat program DPWKel senilai Rp2.100.000.000, 44 Rutilahu lewat Dinas Permukiman dan Perumahan Rakyat (Perkim) senilai Rp1.320.000.000 dan 59 unit Rutilahu lewat Baznas senilai Rp1.635.000.000.

Pada 2026 target sebanyak 147 unit Rutilahu akan dibangun dengan anggaran total Rp4.560.000.000, dari DPWKel sebanyak 89 unit senilai Rp2.670.000.000 dan dari APBN sebanyak 494 unit senilai Rp 9.880.000.000

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menjelaskan, pada momen penilaian batch II Regional Jawa - Bali, ada 4 kategori penilaian yakni pengelolaan sampah dan lingkungan asri, kedua akses dan kualitas layanan kesehatan, akses pendudukan dan layanan pendidikan dan juga implementasi program 3 juta rumah layak huni.

"Ini batch kedua dengan 192 pemenang dan nilai apresiasi Rp225 miliar," katanya, saat memberikan sambutan.

Tito menambahkan, khusus untuk penilaian implementasi program 3 juta rumah layak huni diberikan apresiasi bantuan bedah rumah atau Rutilahu dengan nilai Rp20 juta per unit. Dimana, untuk Kota Cilegon sendiri meraih juara III dan mendapatkan bantuan 200 unit Rutilahu.

"Penghargaan untuk Pemda yang pro kebijakan pembangunan perumahan. Ini dalam bentuk bedah rumah (Rutilahu) nilainya adalah 20 juta per rumah, jika dapat 200 yang dikalikan saja nilainya," ujarnya.

Tito menegaskan, adanya penghargaan tersebut menggambarkan ternyata cukup banyak kepala daerah yang bagus dan berprestasi. Kepala daerah yang benar-benar bekerja untuk rakyatnya.

"Ini gambaran jika banyak kepala daerah yang bagus dan berprestasi. Saya ucapkan selamat jangan sampai brandingnya kepala daerah buruk, Ternyata banyak yang bekerja untuk rakyat," tegasnya.

Sementara itu, Walikota Cilegon Robinsar mengungkapkan, pihaknya menargetkan bisa terbangun 500 Rutilahu nanti. Dimana, itu bersumber dari APBD, Baznas, CSR Industri dan kolaborasi stakeholder lainnya.

"Kami menargetkan membangun kurang lebih 500 unit yang bersumber dari APBD serta kolaborasi Kerjasama dengan stakeholder lainnya seperti baznas dan csr industri," ucapnya.

Robinsar menilai, pembangunan Rutilahu bukan hanya sekedar membangun suatu rumah atau program semata, tali lebih dari pada itu perihal kemanusiaan.

"Kami ingin memastikan di Cilegon tidak boleh ada lagi warga yang tinggal di rumah yang tidak layak. Karena semuanya saling berkaitan baik untuk kesehatan dan kesejahteraan, dan sekalipun dalam situasi keterbatasan anggaran program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat tetap akan kami prioritaskan,” pungkasnya.(Red)